21 July 2011

Antara Melayu Sambas dan Melayu Jakarta (Betawi)


Melayu atau Dayak merupakan orang-orang dengan ras yang sama. Hendaknya kita cari tau dulu perkataan "Melayu" itu berasal dari mana? kemudian Siapa saja yang disebut Melayu? Apa ketentuannya? Jika Melayu merujuk kepada Ras atau Bangsa maka Melayu bukan saja milik Melayu Islam (sekarang) tetapi juga Melayu Kristen atau Animisme. Sama seperti Bangsa Arab ada Arab Islam dan juga ada Arab Kristen.

Setahu saya perkataan Melayu itu mulanya berasal dari kata "Mo Lui Ya" sebutan bahasa salah satu suku di China yang artinya "tidak punya uang". Sebenarnya nama itu hanya gelaran saja untuk menunjuk identitas orang nusantara (pada saat itu memang orang nusantara tidak mengenal uang sehingga barterlah cara berdagang yang lazim).

Sebutan tersebut semakin lama semakin digunakan dan semakin menyebar dengan perubahan dialeg dalam kurun waktu tertentu sehingga berubah huruf menjadi "Me La Yu". Lidah orang nusantara tentu berbeda dengan orang China sehingga perubahan bunyi tersebut sangat memungkinkan terjadi. Kalau tidak salah ada artikel yang menguatkan pengertian tersebut dimana dahulu memang pernah terjadi perdagangan antara China dengan orang nusantara dengan cara barter.
Karena orang nusantara kaya akan sumber alam namun belum mengenal uang maka disebutlah bahwa orang nusantara adalah orang yang tak punya uang tetapi punya kekayaan alam seperti dupa, damar, kemenyan, emas, kayu, karet, gula alami dan lain sebagainya sehingga inilah yang menarik minat bangsa China untuk berdagang dengan orang nusantara.

Kegiatan perdagangan antara orang nusantara dengan China tampak lebih besar ke arah Kalimantan Barat masa itu sampai-sampai terbentuklah sebuah Republik tertua di dunia jauh sebelum berdirinya Amerika Serikat yakni Republik Lanfang di Monterado Kalimantan Barat.

Di Kalbar ada bahasa Melayu yang sangat mirip dengan bahasa Betawi yakni Bahasa Melayu Sambas. Sementara bahasa Melayu Sambas sangat mirip dengan Bahasa Dayak Banyuke. Apakah mungkin Bahasa Melayu Sambas merupakan turunan dari Bahasa Dayak Banyuke dan Bahasa Melayu Betawi merupakan turunan dari Bahasa Melayu Sambas? bisa saja jika merujuk kepada hasil penelitian Jamse T Collins yang mengatakan bahwa Kalimantan (Barat) merupakan tanah asal usul resam bahasa Melayu.

Saya senang dengan diskusi ini dan sangat menarik buat saya untuk didiskusikan. Bicara soal Melayu, kebanyakan kita semua salah faham sebab Melayu itu sendiri ada dua pengertian. Pertama, Melayu dalam arti Ras dimana ada banyak suku di nusantara yang tergolong dalam satu ras Melayu namun dalam Ras Melayu itu dia punya penamaan sendiri-sendiri. Dalam suatu ras tersebut agamanya pun bisa bermacam-macam ada yang Islam dan ada yang Kristen ada pula Hindu, Budha dan Kaharingan. Kedua, Melayu dalam arti suku. Melayu dalam arti suku inilah yang disebut Melayu saat ini dimana mayoritas mereka beragama Islam namun tidak berarti ras Melayu adalah suku Melayu. Mengapa? sebab jika merujuk definisi Melayu menurut negara Malaysia adalah: Yang disebut Melayu adalah orang yang beragama Islam, menggunakan adat istiadat Melayu dan berbahasa Melayu. Jadi Melayu dalam arti suku adalah perpaduan antara budaya ras Melayu dengan Agama Islam.

Jadi pemahaman kita harus kita buka seluas-luasnya dan jangan memahami Melayu dalam artian sempit sebab akan membutakan mata kita nantinya.

Kedatangan Melayu Betawi di tanah Barat Jawa sangat dimungkinkan adanya hubungan dagang antara bangsa China dengan ras Melayu di nusantara termasuk Kalimantan dan Sumatera. Berkenaan dengan kemiripan bahasa Melayu Betawi dengan Melayu Sambas bisa saja di jaman perdagangan barter dahulu bangsa China yang telah lebih dahulu berada di Sambas membawa serta para pekerjanya menuju tanah Jawa khususnya di tepi Barat pulau Jawa. Interaksi antara orang China dan Melayu Sambas saat itu cukup baik sehingga memungkinkan adanya kerjasama keduanya sehingga melahirkan suatu wilayah dagang baru di bagian Barat pulau Jawa yng dikenal di jaman Belanda dengan sebutan Batavia. Kejadian ini bukanlah di jaman VOC tetapi jauh sebelumnya.

Keberadaan orang Sambas dan China di tanah Batavia berlangsung berabad-abad sebelum belanda menaklukan wilayah tersebut. Adanya kesamaan cerita antara Bukit Siguntang di Sumatera dengan budaya Betawi adalah sangat wajar sebab antara Sumatera dan Jawa emiliki pulau yang snagat berdekatan sehingga mobilitas penduduk di kedua pulau tersebut sangat mudah dan dekat sehingga interaksi kisah dan legenda dari Sumatera lebih dominan masuk karena setelahnya kedatangan orang Melayu Sumatera di Betawi justeru semakin banyak.

Soal bahasa, mengapa jika orang Sumatera yang lebih banyak datang kok menggunakan bahasa Betawi? Hal itu disebabkan oleh lebih dulunya orang Sambas bermukim disana dan telah lebih dahulu menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa lingua franca sehingga kelompok lain mau tidak mau mengikuti apalagi ada kemiripan antara kedua bahasa tersebut antara bahasa Melayu Sambas dengan Bahasa Melayu Sumatera. Percampuran bahasa antara tiga etnis yakni Melayu Sambas, China (suku Hoklo) dan Melayu Sumatera tersebutlah menjadikan bahasa Betawi memiliki identitas tersendiri. Hal itu bisa dilihat dari penggunaan bahasa serapan yang masuk dalam unsur bahasa Betawi seperti engkong (kakek), Cici (bibi), Koko (abang), cepek (seratus rupiah), Ceban (10.000) Goceng, Gue (Oe yg artinya saya), Lu (Le yang artinya kamu) dan sebagainya. Itu unsur bahasa China yang telah mempengaruhi bahasa Betawi ratusan tahun sebelum VOC datang. Sementara itu bahasa Melayu Sambas sangat besar mempengaruhi Bahasa Betawi, hampir seluruh kosa kata dalam bahasa Betawi berakhiran E (jelas) seperti pada kata " KemanE", ApE dan sebagainya.

Agak aneh memang dan janggal rasanya ketika ada sebuah kawasan yang disebut sebagai Melayu berada di tanah Jawa. Betawi adalah satu-satunya suku ras Melayu yang mendiami pantai Barat tanah Jawa dan selebihnya bukan disebut Melayu.

Menurut saya bukan soal Melayu Betawi berasal dari mana tetapi mungkin akan lebih baik ada penelitian sejarah tentang "Siapa Melayu Betawi". Bagaimana bisa berada di Bagian Barat Tanah Jawa?

Jadi untuk menarik benang merahnya maka perlu ditelusuri dulu mulai dari kata "Melayu" kemudian "China bekerjasama dengan siapa dan wilayah mana pertama kali" kemudian "Apakah ada hubungan kerjasama antara China dengan Bangsa Melayu dan membawa mereka sebagai tenaga kerja menuju Batavia"?

Jika merujuk kepada penilitian James T Collins disebutkan bahwa Hubungan dagang antara China dengan Kalbar sudah terjadi sebelum adanya Kerajaan Sriwijaya. Mungkin saya keliru, silahkan di cek lagi.

Mungkin cukup itu dulu diskusi kita semoga pemahaman kita semua semakin lebar terbuka.

Sumber


Related Posts

Comments
2 Comments

2 comments:

Adetya Adit said...

mantap bang, menambah wawasan saya,, saya juga blogger sejati, saya juga suka nulis artikel, baik itu karya sendiri dann mengutip dari beberapa sumber terpercaya,,, mungkin bisa bekerjs Sama,,,,


akun fb : capricornboy_adet@ymail.com

blog baru aku : sambas-borneo.blogspot.com

Hang Tuah said...

Makaseh abang2 yg udah nulis blog,, mari kite same2 lebih mengenal budaya agar tidak luput dari kemajuan zaman teknologi,, Semakin kedepan urang2 kite harus lebih cerdas dari tkhnologi bang,, :))