Showing posts with label Sejarah Sambas. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Sambas. Show all posts

22 March 2014

Raden Sandi dan Mitos Negeri Paloh


Nah, sekarang kita sudah terlanjur berkumpul, saya akan menceritakan tentang kisah kematian Raden Sandhi. Menurut kepercayaan orang Sambas, bahwa Raden Sandhi itu bukannya mati, mayatnya dibawa orang kebenaran, orang halus, orang Paloh. Sebelum saya ceritakan Raden Sandhi itu, lebih baik saya ceritakan tentang Paloh, yakni tentang keangkerannya. Sampai saat ini mungkin orang daerah Sambas di sini masih percaya dengan keangkerannya, soal - soal mistik begitulah kita sekarang.


Menurut kepercayaan orang daerah Sambas kalau kita akan pergi ke Paloh, pertama kita tidak boleh berteriak - teriak atau memekik di dalam hutan. Kedua bersiul juga dilarang. Ketiga berkata tidak baik, Nah begitulah cerita orang Sambas tentang daerah Paloh. 


Nah, sekarang saya akan bercerita tentang kematian Raden Sandhi tadi. Raden Sandhi itu termasuk keluarga orang yang baik - baik beliau keturunan Raja - raja Sambas. Kelakuannya sangat berbeda dengan saudaranya yang lain. Salah satu kebiasaan yang paling disukai dan sering dilakukannya yaitu berburu. Kalau sudah berburu biasanya dua atau tiga hari baru pulang ke rumah. Dan hal inilah, sekali - kali orang tuanya memberi teguran.

26 March 2013

Sejarah dan Peninggalan Pusaka Kesultanan Sambas

Mesjid Jami' Sambas
Pusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di sebuah kota kecil yang sekarang dikenal dengan nama Sambas. Untuk mencapai kota ini dapat ditempuh dengan kendaraan darat dari kota Pontianak ke arah baratlaut sejauh 175 km, melalui kota Mempawah, Singkawang, Pemangkat, dan Sambas.

Lokasi bekas pusat pemerintahan terletak di tepi kota Sambas. Di daerah pertemuan sungai Sambas, Sambas Kecil, dan Teberau, pada sebuah tempat yang oleh penduduk di sebut Muare Ullakan (Desa Dalam Kaum) berdiri keraton Kesultanan Sambas. Pusat pemerintahan Kesultanan Sambas terletak di daerah pertemuan sungai pada bidang tanah yang berukuran sekitar 16.781 meter persegi.

Sungai Sambas sejak awal sejarah sudah lama dihuni manusia. Mereka bertempat tinggal di tepian sungai pada rumah-rumah rakit atau rumah kolong yang didirikan di atas tiang. Membujur arah barat-timur. Pada bidang tanah ini terdapat beberapa buah bangunan, yaitu dermaga tempat perahu/kapal sultan bersandar, dua buah gerbang, dua buah paseban, kantor tempat sultan bekerja, bangunan inti keraton (balairung), dapur, dan masjid sultan. Bangunan keraton menghadap ke arah barat ke arah sungai Sambas, Ke arah utara dari dermaga terdapat Sungau Sambas Kecil, dan ke arah selatan terdapat Sungai Teberau. Di sekeliling tanah keraton merupakan daerah rawa-rawa dan mengelompok di beberapa tempat terdapat makam keluarga sultan.

Keraton Sambas Pada Masa Sultan Bima
Bangunan keraton yang lama dibangun oleh Sultan Bima pada tahun 1632 (sekarang telah dihancurkan), sedangkan keraton yang masih berdiri sekarang dibangun pada tahun 1933. Sebagai sebuah keraton di tepian sungai, di mana sarana transportasinya perahu/kapal, tentunya di tepian sungai dibangun dermaga tempat perahu/kapal sultan bersandar. Dermaga yang terletak di depan keraton dikenal dengan nama jembatan Seteher. Jembatan ini menjorok ke tengah sungai. Dari dermaga ini ada jalan yang menuju keraton dan melewati gerbang masuk.

18 March 2013

Basiyuni Imran Maharaja Imam Sambas

INDAH nian, sekiranya kira merenung dan menghayati liku-liku sejarah keperibadian ulama. Yang lalu belum tamat, disambung pula dengan ulama Sambas, Kalimantan, Indonesia dalam artikel ini. Pada 1963, ketika saya mengembara di Jawa, saya membeli buku berjudul, Mengapa Kaum Muslimin Mundur dan Mengapa Kaum Selain Mereka Maju yang diterjemah oleh K. H. Munawar Chalil daripada karya Amir Syakib Arsalan. Sejak itu nama Syeikh Muhammad Basiyuni Imran Maharaja Imam Sambas mulai terpahat pada ingatan saya.

Betapa tidak, kerana buku itu disusun adalah sebagai jawapan daripada pertanyaan ulama Sambas itu yang ditujukan kepada gurunya Saiyid Rasyid Ridha. Judul asli dalam bahasa Arab Limaza Taakhkharal Muslimun, wa limaza Taqaddama Ghairuhum? Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1966, di Kepulauan Riau saya mulai bergaul dengan adik ulama itu iaitu Pak Hifni Imran, salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.

Beliau pula memiliki banyak ilmu hikmat untuk berdepan dengan musuh. Pada 1968 – 1969 sebelum saya bertemu dengan Syeikh Muhammad Basiyuni Imran saya telah menemui dua orang adik beliau ialah Haji Maaz Imran, seorang ulama, dan adiknya yang bongsu Haji Muhammad Zuhdi Imran, juga ulama, ketika itu sebagai Kepala Kantor Jabatan Agama Kabupaten Sambas, Kalimantan, Indonesia. Haji Muhammad Zuhdi Imran adalah seorang yang fasih berbahasa Arab, ahli pidato dan luas pergaulan.

Keraton Alwatzihoebillah Sambas

Gerbang Masuk
Kalua anda mengunjungi Sambas jangan lupa untuk menyempatkan diri berkunjung ke Keraton Al-watzikhobillah Sambas, yang dibangun pada masa pemerintahan Raden Sulaiman yang bergelar Sultan Muhammad Syafi’uddin I.keraton ini memang sudah beberapa kali dibongkar,dan Istana yang ada sekarang sudah berumur sekitar 200 tahun dan beberapa kali mengalami perehaban.



Istana yang kokoh berdiri dipertemuan Tiga Sungai,yakni Sungai Sambas Kecil,Sungai Subah dan Sungai Teberau ,memang mempunyai sejuta kisah ,yang kadang tak dapat dicerna dengan akal. Raden Dewi Kencana, Ratu Keraton Sambas,mengungkapkan ,Keraton Sambas masih banyak memiliki benda Pusaka, diantaranya Tempat tidur Raja,Kaca hias,Seperangkat alat untuk makan Sirih,Pakaian kebesaran Sultan, Payung Ubur Ubur, Tombak Canggah, Meriam Beranak, Pedang Sultan, Tempayan keramik dari Cina dan kaca Kristal dari Inggris dan Belanda.

Benda yang masih dikeramatkan hingga sekarang yakni meriam beranak.
Setiap ada sesutu yang akan terjadi meriam itu bisa saja raib/menghilang entah kemana, tapi bisa kembali dengan sendirinya.Meriam itu jumlahnya tujuh buah dan diberi nama : Raden Mas,Raden Putri ,Raden Sambir,Raden Pajang,Ratu Kilat,Pangeran Pajajaran dan Panglima Guntur.

23 July 2011

Mengenang Peristiwa Mandor

KOMPAS

Minggu, 15 Mar 1998

JUANG MANDOR, KUBURAN MASSAL KORBAN JEPANG

Makam Juang Mandor
TAK banyak yang mengetahui, di Desa Mandor -sekitar 88 km dari kota Pontianak- terdapat kuburan massal ribuan korban keganasan penjajah Jepang tahun 1942-1945. Kuburan massal yang dijadikan monumen Makam Juang Mandor itu, terletak di tepi jalan raya yang menghubungkan Pontianak dengan Kabupaten Sintang dan Kabupaten Sanggau.

Meski hanya kota kecamatan, Mandor memiliki arti penting dalam sejarah Kalimantan Barat. Di sinilah Jepang membantai 21.037 rakyat Kalbar, termasuk 48 pemuka masyarakat Kalbar. Setiap 28 Juni, Pemda Kalbar mengadakan upacara di Makam Juang Mandor, mengenang peristiwa getir ini.

Sidang Kasus Pemicu Kerusuhan Sambas

KOMPAS

Selasa, 27 Apr 1999 
Halaman: 8 

SIDANG PEMICU KERUSUHAN SAMBAS DIGELAR

Singkawang, Kompas

Pengadilan Negeri Singkawang (Kalbar) hari Senin (26/4) menggelar tiga sidang kasus terdakwa pemicu kerusuhan Sambas. Kasus penyerangan di Desa Paritsetia, Kecamatan Jawai pada Hari Idul Fitri 19 Januari silam, menghadirkan dua terdakwa Niyan bin Colok dan Marsian bin Ludin, serta kasus pembacokan kernet angkutan umum di Kecamatan Tebas, menghadirkan terdakwa Rodi bin Muharap. Dua insiden itulah yang dianggap sebagai pemicu meluasnya kerusuhan Sambas.

Dua sidang terpisah yang berkaitan dengan kasus penyerangan di Desa Paritsetia, Kecamatan Jawai, yang terjadi pada Hari Lebaran, dipimpin majelis hakim yang sama, yang diketuai SMO Siahaan. Niyan didakwa melanggar pasal 340 KUHP, menghilangkan nyawa orang lain, sedangkan Marsian didakwa melanggar pasal 353 KUHP, melakukan penganiayaan dengan perencanaan. Dalam insiden Paritsetia itu, tiga orang tewas dan dua luka berat.

Sidang lainnya menghadirkan terdakwa Rodi bin Muharap, pembacok kernet angkutan umum di Kecamatan Tebas. Jaksa Saptana S Budi mendakwa Rodi melanggar pasal 353 KUHP, melakukan penganiayaan berat terhadap kernet Bujang Idris. Sidang dengan majelis hakim diketuai R Sianipar itu mendengarkan keterangan saksi korban Bujang Idris (25) dan Iwan (19), keduanya kernet bus yang ditumpangi terdakwa Rodi (19).

Dalam kesaksiannya, Bujang Idris mengisahkan bagaimana Rodi, preman di Tebas, tidak mau membayar ongkos, kemudian setelah ditegur malah mengejarnya, bahkan membacok dirinya yang menyebabkan jari kanan dan lutut kanannya luka-luka kena sabetan senjata tajam. 

Menurut Bujang, pada hari Minggu 21 Februari lalu, terdakwa Rodi naik angkutan umum, turun di Terminal Tebas, tetapi menolak membayar ongkos. Setelah ditegur, Rodi malah mengancam, “Awas kamu!” Bus yang melaju ke arah Desa Semparuk, dibuntuti terdakwa yang naik sepeda motor temannya. “Di atas motor, Rodi sudah mengacung-acungkan celurit. Rodi mendahului bus dan meminta sopir menghentikan kendaraan,” tuturnya.

Melihat Rodi mencari dan mengejarnya, Bujang pun merasa takut dan lari sampai jatuh ke parit. “Rodi mengayunkan celuritnya, saya tangkis dengan tangan kanan sehingga jari-jari tangan kanan saya sobek. Pada ayunan celurit kedua, saya mencoba menghindar, tetapi mengenai lutut kanan saya,” kisah Bujang.

Kernet itu selamat dari maut setelah masyarakat di sekitar menengahi. Bujang dibawa ke rumah sakit dan Rodi dilaporkan ke polisi. Kesaksian Bujang di pengadilan itu dibenarkan rekannya, Iwan. Sidang pemicu kerusuhan Sambas yang mendapat perhatian dari masyarakat ini dilanjutkan pekan depan, masih akan mendengarkan para saksi. (ksp)

21 July 2011

Antara Melayu Sambas dan Melayu Jakarta (Betawi)


Melayu atau Dayak merupakan orang-orang dengan ras yang sama. Hendaknya kita cari tau dulu perkataan "Melayu" itu berasal dari mana? kemudian Siapa saja yang disebut Melayu? Apa ketentuannya? Jika Melayu merujuk kepada Ras atau Bangsa maka Melayu bukan saja milik Melayu Islam (sekarang) tetapi juga Melayu Kristen atau Animisme. Sama seperti Bangsa Arab ada Arab Islam dan juga ada Arab Kristen.

Setahu saya perkataan Melayu itu mulanya berasal dari kata "Mo Lui Ya" sebutan bahasa salah satu suku di China yang artinya "tidak punya uang". Sebenarnya nama itu hanya gelaran saja untuk menunjuk identitas orang nusantara (pada saat itu memang orang nusantara tidak mengenal uang sehingga barterlah cara berdagang yang lazim).

Sebutan tersebut semakin lama semakin digunakan dan semakin menyebar dengan perubahan dialeg dalam kurun waktu tertentu sehingga berubah huruf menjadi "Me La Yu". Lidah orang nusantara tentu berbeda dengan orang China sehingga perubahan bunyi tersebut sangat memungkinkan terjadi. Kalau tidak salah ada artikel yang menguatkan pengertian tersebut dimana dahulu memang pernah terjadi perdagangan antara China dengan orang nusantara dengan cara barter.

20 July 2011

Kronologis Kerusuhan SAMBAS (Tim Pencari Fakta)


Oleh : Mohammad Rosadi
Tim Pencari Fakta DPD Partai Keadilan Kab. Sambas

Ada beberapa peristiwa yang dapat dijadikan pemicu kerusuhan diantaranya :

Peristiwa tertanggapnya seorang warga Madura dari Desa Rambayan Kec. Tebas yang ketahuan akan mencuri Motor di Desa Parit Setia Kec. Jawai, sedangkan dua temannya lagi berhasil meloloskan diri, tersangka tersebut sebelum diserahkan kepada pihak aparat sempat dianiaya atau dipukuli oleh warga setempat.  Pihak keamanan kemudian menyerahkan tersangka ke pihak keluarganya (di Desa Rambaian) tetapi pihak tersangka tidak menerima atas perlakuan warga tersebut dan indikasi akan melakukan pembalasan. Peristiwa ini terjadi kira-kira akhir Ramadhan 1419 H.

Tanggal 19 Januari 1999 di Desa Parit Setia

Penyerbuan orang Madura ke Perkampungan Melayu dengan 3 truk berisi 300 orang yang menelan korban 3 orang, dua orang melayu, 1 Dayak Mu'alaf. 1 orang mati di tempat, 2 meninggal di rumah sakit.  Setelah peristiwa tersebut diadakan upaya damai dengan mediator camat tebas, namun pihak melayu merasa tidak puas sebab penyerbuan tersebut dianggap di tolerir tanpa hukuman yang berarti.  Oknum yang terlibat langsung dalam penyerangan tersebut yang dianggap sebagai tertuduh (pembunuh) setelah disidik menurut saksi korban ternyata bukan pelaku sesungguhnya dan hingga saat ini pelakunya masih misteri.  Pihak melayu meminta para pelaku seluruhnya ditindak tetapi pelaku yang ditangkap hanya 1 orang yakni anak kepala Desa yang mempunyai truk sedangkan dari pihak melayu ditangkap (diamankan sebanyak 8 orang kesemuanya mengaku sebagai penganiaya pencuri kendaraan. 

Tanggal 26 Januari 1999, Singkawang

Forum Komunikasi Pemuda Melayu (FKPM) dibentuk dengan pemrakarsa : Uray Aminuddin, SH (Staff Pemda Bagian Hukum) dan Rosita Nengsih, SH menuntut kasus Parit Setia dituntaskan melalui jalur hukum sebagai ketua adalah M. Jamras (kontraktor dan termasuk jawara warga melayu).

24 June 2011

Kronologis Kerusuhan Sambas 1999 Versi ABRI dan celoteh Bunk Yoen

Departemen Pertahanan Indonesia dlm situs  http://www.dephan.go.id/fakta/p_sambas.htm  Menyatakan tentang "Peristiwa Kerusuhan Sambas" dengan singakat dan jelas. 

Disitto' saye carrat juak nak nambahe' dengan kesah-kesah ayap baik iye yang bersumber dari pengalaman pribadi, kawan2 yang ngeraccau dak tantu rudu maupun dari sumber-sumber yang dak jelas asal usolnye. Biar tambah mantap agek ceritenye, geye be... he,,,, 

Berhubung dengan banyaknye insanak-insanak yang nak tau labeh jelas bagaimane cerite kelam tanah Sambas, maupun untok generasi sambas yang dak sampat mengalame' cerite yang nyadehkan inyan iye, sebenarnye saye nak becerite banyak. Tapi karena berbagai pertimbangan, tang ase ngarri' juak nak nuliskan cerite dak tantu rudu ye. Bukan ape menurut hemat saye issu itok maseh rawan dan sensitif. Mudah-mudahan tambahan coretan-coretan disittok dak ade yang menyinggung dari pihak manepun juak ape agek sampai menyulut api permusuhan yang baru. Mari bersame kite belajar dari sejarah..............


1. Latar belakang.
    a. Awal peristiwa dilatar belakangi kasus pencurian ayam oleh seorang warga suku Madura yang ditangkap dan dianiaya oleh warga masyarakat suku melayu.
    (lokasi kejadian di kecamatan jawai; tang dak tau juak labeh jelasnye antol mane ye. Setau saye hanye ade percobaan pencurian Sepeda motor di Desa Parit Setie Kec. Jawai oleh 3 orang warge benure dari desa Rambaian Kec Tebas. 1 orang pencurinye tertangkap tangan dan 2 orang kawannye bedassap berhasil melarikan dire'. yang kena tangkap ye tantulah bunnyo' dibantai warge, kejadian itto' terjadi pade likuran puase 1419H.

12 June 2011

Sejarah Singkat Kerajaan Sambas : Raden Janur - Tan Nunggal - Ratu Sepudak

Pada masa kejayaan kerajaan Majapahit dibawah pimpinan mahapatih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk telah menguasai seluruh wilayah Nusantara, termasuk kerajaan Sambas dipulau Kalimantan (Nagara Kertagama Pupuh XIII). Majapahit bukan hanya menguasai kerajaan-kerajaan dibawah taklukanya, tetapi telah mengirimkan keturunan dan keluarga raja dengan prajuritnya. Mereka bukan hanya menguasai daerah dan rakyatnya, tetapi yang terpenting pula mengembangkan kebudayaan agama Hindu dan Budha. Namun tidak banyak peninggalan raja-raja dari agama Hindu di Sambas dan Kalimantan. Daerah ini umumnya daerah rawa berlumpur dan tidak ada batu besar untuk membuat prasasti atau candi. Peninggalan sejarah zaman itu sulit dibuat dan mudah hancur oleh air dan Lumpur. Ada yang berpendapat bahwa arca Hindu dan Budha di Sambas dibuat dari emas. Buktinya di British Museum London terdapat 9 buah arca agama Hindu dan Budha berasal dari Sambas.

Sambas dimasa sebelum Ratu Sepudak kurang dikenal, sejarahnya diliputi kabut kegelapan. Dari cerita rakyat yang bersifat legendaris yang dituturkan dari mulut kemulut terdapat bermacam macam versi. Sebagaimana kerajaan-kerajaan Melayu /Islam pada umumnya, demikian pula kesultanan Sambas baru memulai sejarahnya pada permulaan berkembangnya agama Islam sejak akhir abad ke 16. Menurut cerita rakyat, sebelum kedatangan prajurit Majapahit di Paloh, sudah ada kerajaan Sambas Tua. diceritakan bahwa pada akhir abad ke 13 didaerah Paloh terdapat kerajaan yang dipimpin oleh seorang Ratu(Raja) bernama Raden Janur. Suatu malam kerajaan tersebut kejatuhan benda langit (Tahi Bintang / Meteor) sebesar buah kelapa, yang bercahaya sangat terang, terkenal dengan nama “Mustika Bintang”. peristiwa aneh itu tersebar luas keseluruh Nusantara hingga ke Majapahit, Prabu Majapahit memerintahkan pasukanya untuk mendapatkan “Mustika Bintang” tersebut. Pasukan Majapahit mendarat Dipangkalan Jawi (Jawai). Alkisah, Raden Janur tidak bersedia menyerahkan Mustika Bintang, ia melarikan diri ke hutan dan menghilang bersama “Mustika Bintang”, konon kabarnya ia menjadi orang Kebanaran atau orang halus (menurut kepercayaan orang Sambas, Paloh adalah pusat kerajaan Negeri Kebanaran/Negeri Ghaib).

Diceritakan bahwa pasukan Majapahit tersebut tak kembali ke Majapahit tetapi tinggal dan membaur dengan penduduk asli, akhirnya mereka membentuk sebuah kerajaan yang kuat, dengan ratunya berasal dari hasil perkawinan dengan penduduk setempat. diceritakan pula bahwa pada suatu hari ratu dari kerajaan ini bertamasya kepulau “Lemukutan” dipulau itu sayup-sayup terdengar ditelinga raja bunyi tangisan bayi. Seluruh rombongan disuruh mencari dari mana datangnuya suara tersebut. Setelah lama mencari akhirnya diketahui suara tersebut berasal dari sebuah rumpun bambu. Bambu tersebut dipotong lalu dibawa pulang keistana dan pada malamnya bambu tersebut dibelah dan betapa terkejutnya semua yang melihat kejadan tersebut, ternyata pada salah satu ruas bambu yang dibelah berisi seorang bayi laki-laki. Bayi tersebut akhirnya dipelihara raja bersama anaknya. Kian hari tumbuh berkembang dengan sehat, namun sangat disayangkan ia hanya mempunyai sebuah gigi layaknya seperti gigi labi labi. karena itu ia diberi nama “Tang Nunggal” (Hanya Bergigi Tunggal). (orang sambas juga sering menyebut "Tang Nunggal" dengan sebutan "Tan Unggal") 

Sewaktu Ratu Meninggal, Tang Nunggal berambisi untuk menjadi raja. Dengan mengandalkan kekuatan dan kelicikanya. ia berhasil menyingkirkan putera mahkota dan menobatkan dirinya menjadi raja. Tang Nunggal adalah Raja Yang kejam, bengis dan tidak berperikemanusiaan. Karena kekejamanya Putera dan Puterinya Bujang Nadi dan Dare Nandung dikuburkan hidup hidup dibukit Sebedang lantaran kedua bersaudara itu dituduh berniat kawin sesama saudara (Legenda Bujang Nadi Dare Nandung). Singkat cerita, hukum karma akhirnya berlaku pada dirinya, Tang Nunggal akhirnya meninggal dalam keadaan yang sangat menggenaskan, ia dimasukkan kedalam peti dan petinya dibuang kedalam sungai Sambas (petikan cerita menurut dato’ Ronggo, buku terbitan pada tahun 1991). Setelah Tang Nunggal dikubur disungai Sambas, Putera mahkota yang tersingkir yang berasal dari keturunan Majapahit muncul dan mengambil alih kendali pemerintahan. Raja itulah yang menurunkan raja-raja Sambas sampai kepada Ratu Sepudak.

Setelah runtuhnya Majapahit, Sambas berada dibawah kerajaan Johor (Malaysia). Pada masa Ratu Sepudak telah diadakan perjanjian dagang dengan Oppenkoopman Samuel Bloemaert dari VOC yang ditanda tangani pada 1 Oktober 1609 dikota Lama (Perjanjian Ratu Sepudak dengan VOC). Kedatangan secara besar-besaran prajurit Majapahit ke Sambas adalah pada masa raja Cananagara. Prajurit Majapahit yang dibawa dengan kapal, tahun 1364 mendarat di Pangkalan Jawi. kini daerah itu bernama Jawai. Prajurit Majapahit itu bukan berperang dan berkuasa tapi tinggal membaur dan kawin dengan penduduk setempat. percampuran dengan pendatang dari Majapahit ini yang mendorong berdirinya kekuasaan keturunan raja Majapahit yang selanjutnya berpusat Di “Paloh”. Mungkin karena terlalu banyak peperangan pada dan tahun 1364 Patih Gajah Mada sudah meninggal. Banyak keturunan Majapahit berpindah kedaerah lain. Mereka juga masuk ke Brunai, Mempawah, Tanjung Pura, Landak, Sanggau, Sintang, Sukadana, dan kerajaan kerajaan kecil dipedalaman Kalimantan Barat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ditemukan benda sejarah peninggalan kerajaan Hindu Majapahit antara lain Batu Pahat di Sekadau, Eka Muka Lingga Guwa di Sepauk, dan lain lain.

Pada pertengahan adad ke 15, pusat kerajaan keturunan Majapahit ini berpindah dari Paloh kekota Lama dibenua Bantanan-Tempapan dikecamatan Teluk keramat. Raja-raja di Sambas waktu itu disebut dengan gelar ratu, seperti gelar raja raja di Majapahit. Ketika raja Tang Nunggal berkuasa, iapun membayar upeti kepada Raja Tumasik. mungkin karena merasa telah merdeka, setelah lepas dari kerajaan Majapahit. Ratu Sepudak dengan saudaranya Timbung Paseban berkuasa sejak tahun 1550 di “Kota Lama”(Ibukota Sambas Tua), pada tahun 1570, kerajaan Sambas di “Kota Lama” berada dibawah kekuasaan kerajaan Johor. Setelah runtuhnya kerajaan Majapahit, di kerajaan Johor telah menganut kepercayaan agama Islam, dan Johor menguasai kesultanan kesultanan dipantai barat Kalimantan seperti Brunai, Serawak, Sambas, Mempawah, Sukadana / Matan. Sejak itu agama islam pun mulai dianut orang dikesultanan Sambas. (Prof.Dr.E.Gade Malsbergen ; ”Geschidemis van Nederland indie, llitgertrdMij, Amsterdam, 1939, deel’, hal.349).
 

Ratu Sepudak sebagai raja Sambas dikota lama adalah raja beragama Hindu terakhir di Kota Lama Sambas. Belanda (VOC) yang baru saja menguasai Batavia pada tahun 1596, pada tahun 1604 telah mengunjungi kerajaan Matan dan membuka hubungan dagang dengan Matan. Dari Matan, VOC mendapatkan informasi tentang kerajaan yang ada di pantai barat Kalimantan. Tahun 1609,VOC datang kekota Lama Sambas. mengetahui Sambas kaya dengan emas, VOC mengikat perjanjian dengan Ratu Sepudak. dalam perjanjian tanggal 1 Oktober 1609 itu, wakil VOC Samuel Bloemaert sekaligus mengikat kerajaan Landak dan Sukadana. Belanda paham benar karena landak adalah penghasil intan terkenal dan Sambas serta Matan adalah pusat penjualan emas dan intan pada masa itu. Inilah awal dari perjanjian Belanda di Sambas, walaupun baru sejak 1817 Belanda duduk dan berkuasa di Sambas (sumber lampiran perjanjian VOC dan Sambas 1Oktober 1609). 

sumber:
-Prof.Dr.E.Gade Malsbergen ;”Geschidemis van Nederland indie,llitgertrd
Mij,Amsterdam,1939,deel’,hal.349.-lampiran perjanjian VOC dan Sambas 1 Oktober 1609.

Passan Pala' Kesah

Awalnya blog ini dibuat hanya iseng untuk mendokumentasikan dan mengumpulkkan khazanah tanah kelahiran yang hampir terlupakan generasi muda. Berawal dari postingan permainan rakyat dan kamus mini bahasa Melayu Sambas, admin terus memperbaiki SEO dan postingan dan berupaya memenuhi apa yang diinginkan pembaca blog ini. Setelah di analisa, ternyata kebanyakan pengunjung blog ini mencari tentang sejarah kelam Sambas 1999.

Inginya blog ini difokuskan untuk sejarah, budaya dan segala sesuatu yang terkait dengan tanah kelahiran, namun pada perjalanannya admin banyak menemukan artikel menarik dan sengaja direpost disini untuk arsip pribadi. Sungguh sangat tidak disangka ternyata banyak juga pembaca punya ketertarikan yang sama dengan fenomena akhir zaman yang semakin nyata. Untuk saat ini admin akan fokus pada artikel tentang Dajjal dan Imam Mahdi yang dipastikan sebentar lagi akan tiba. Apabila pembaca menemukan artikel yang menarik haraplah berikan hujatan, celaan atau komentarnya...^_^

Jika ada yang tertarik untuk menjadi penulis di blog ini, atau tukar link sesama blogger, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi admin

Hariyono Al Kifri