18 April 2011

PANGERAN ANOM ”PELAUT ULUNG SANG PENAKLUK”

PANGERAN ANOM GELAR SULTAN MUHAMMAD ALI SYAFIUDDIN I (1815-1828)

Raden Pasu sewaktu ayahnya Sultan Umar Akamuddin II memerintah sudah bergelar Pangeran Anom (Anum). Sejak usia muda Pangeran Anom gemar sekali bergaul dengan masyarakat pelaut, dari pergaulanya itulah ia mendapat ilmu pengetahuan, iapun banyak belajar ilmu Ghaib, Spiritisme, Telepati, Magnetisme, ilmu kebal, silat, hipnotis, cekok (Ragum / menurut Bahasa Sambas) dll. Oleh karena itulah Pangeran Anom terkenal sebagai pelaut ulung, amat bijak dan tangkas, Pangeran gagah berani yang siap mengorbankan dirinya untuk keamanan dan kemakmuran negeri Sambas..





 


PANGERAN ANOM ”PELAUT ULUNG SANG PENAKLUK”

Pangeraan Anom menjalankan politik dan taktik peperangan dilaut, serta membuka pintu kuala Sambas buat kemajuan negeri dan rakyatnya agar ekonomi dalam negeri berkembang….Perbatasan Negeri Sambas bertambah luas diera tersebut,menguasai pulau pulau kecil disekitarnya semakin bertambah ramai dan makmur…Pangeran Anom lebih senang berada dilaut .ia merasa jemu apabila selau tinggal diistana.dia berpendapat bahwa orang yang hendak menjadi pemimpin negeri haruslah meninjau keluar negeri buat belajar melihat keadaan dinegeri orang,jangan seperti katak didalam tempurung.


Untuk menyampaikan cita cita yang terkandung dihati sanubarinya,Ia berlayar mengarungi samudra luas.ditengah tengah laut itulah Pangeran Anom mengintai ,menghalau ,menangkap perahu perahu layar,wangkang,kapal kapal layar kepunyaan siapapun.setelah diperiksa muatanya,perahu perahu itu dibawanya ke Sambas .setiap tahun tidak sedikit para pendatang yang menjadi penduduk Negeri Sambas dan bernaung dibawah panji Sultan Abu Bakar Tajudin I, bahkan kapal kapal dari Eropa sering takluk oleh pasukan Pangeran Anom .oleh karena itulah nama dan gagah perkasanya Pangeran Anom termasyhur kesegenap negeri disebelah timur ini..Jika tidak ada hal yang penting benar,jarang sekali Pangeran Anom pulang ke istana Sambas.bahkan 4- 5 tahun ia mengembara kenegeri orang dan berada ditengah lautan luas.apabila ia merasa lelah ,maka beristirahatlah ia beberapa bulan dipulau Lemukutan.pulau ini dipilihnya sebagai kubu pertahanan,sebagai pangkalan pasukan lautnya serta dijadikan gudang persediaan air tawar,makanan,alat alat perang.pulau ini tempat Pangeran Anom menenangkan pikiranya.pada pagi dan petang ia dapat melayangkan pandanganya jauh kelautan lepas dan kegunung gunung didaratan negerinya,sehingga hati yang susah menjadi terhibur.payah dan letih seakan akan terhisap oleh kekayaan alam yang indah dan amat menarik hatinya.

Pulau Lemukutan dan pulau pulau yang kecil disampingnya seperti pulau Kabung,pulau Penatah Besar dan pulau Penatah kecil serta pulau Pikah sampai Tanjung Datuk sangat strategis untuk melaksanakan penyerangan,peperangan dan pertahanan…tapi sekarang pulau pulau tersebut tidak lagi menjadi bagian dari Kabupaten Sambas…nampaknya perlu ada evaluasi panjang bagi anak anak Negeri Sambas untuk dapat memulihkan kejayaan Negeri Sambas

dikutip dari :
http://hendryamik.blogspot.com/


Related Posts

Comments
3 Comments

3 comments:

Unknown said...

SEJARAH SAMBAS DI INDONESIA TIDAK DIKETAHUI NAMUN DINEGARA LAIN SEPERTI MALAYSIA BRUNAI SINGAPURA BAHKAN SAMPAI CATATAN DIPERPUSTAKAAN BELANDA INGGRIS MENGAKUINYA BAHIA SAMBAS NEGERI YANG BERJAYA PADA ZAMANNYA NAMUN SEJARAH INDONESIA TIDAK MENCATATNYA SEBAGAI SEJARAH KERAJAAN DALAM PELAJARAN SEJARAH INDONESIA.

Unknown said...

SEJARAH SAMBAS DI INDONESIA TIDAK DIKETAHUI NAMUN DINEGARA LAIN SEPERTI MALAYSIA BRUNAI SINGAPURA BAHKAN SAMPAI CATATAN DIPERPUSTAKAAN BELANDA INGGRIS MENGAKUINYA BAHIA SAMBAS NEGERI YANG BERJAYA PADA ZAMANNYA NAMUN SEJARAH INDONESIA TIDAK MENCATATNYA SEBAGAI SEJARAH KERAJAAN DALAM PELAJARAN SEJARAH INDONESIA.

bunk yoen said...

setuju nyan ye long.... dari gek kaccik di sekolah kite selalu di suguhkan sejarah ngeri orang. padahal sejarah kite lebih penting di ketaui setiap putra daerah....... yok besame-same kite mebudayakan kearifan lokal

Passan Pala' Kesah

Awalnya blog ini dibuat hanya iseng untuk mendokumentasikan dan mengumpulkkan khazanah tanah kelahiran yang hampir terlupakan generasi muda. Berawal dari postingan permainan rakyat dan kamus mini bahasa Melayu Sambas, admin terus memperbaiki SEO dan postingan dan berupaya memenuhi apa yang diinginkan pembaca blog ini. Setelah di analisa, ternyata kebanyakan pengunjung blog ini mencari tentang sejarah kelam Sambas 1999.

Inginya blog ini difokuskan untuk sejarah, budaya dan segala sesuatu yang terkait dengan tanah kelahiran, namun pada perjalanannya admin banyak menemukan artikel menarik dan sengaja direpost disini untuk arsip pribadi. Sungguh sangat tidak disangka ternyata banyak juga pembaca punya ketertarikan yang sama dengan fenomena akhir zaman yang semakin nyata. Untuk saat ini admin akan fokus pada artikel tentang Dajjal dan Imam Mahdi yang dipastikan sebentar lagi akan tiba. Apabila pembaca menemukan artikel yang menarik haraplah berikan hujatan, celaan atau komentarnya...^_^

Jika ada yang tertarik untuk menjadi penulis di blog ini, atau tukar link sesama blogger, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi admin

Hariyono Al Kifri